Our Story

First Phase:
Di antara kosakata asing yang kami baca, semesta memperkenalkan bahasa asing yang paling indah: jatuh cinta.
Second Phase:
Tak ada satu tanggal yang dirayakan, hanya awal yang terus berulang setiap kali tawa dan cerita mempertemukan kami kembali.
Third Phase:
Meski jarak memisahkan langkah, cincin di jari menjadi kompas yang menuntun kami pada satu arah: satu sama lain.
Fourth Phase:
Lama terpisah oleh jarak dan waktu, hingga Negeri Ginseng menjadi saksi pertemuan kami, empat musim mengiringi, dingin menghangatkan, panas meneduhkan, gugur mengajarkan sabar, semi menumbuhkan harap, dan genggaman ini selalu menemani.
Final Phase:
Setelah semua musim, semua rindu, dan semua waktu yang menunggu, satu kata menutup perjalanan panjang: Akad. Ketika doa menjadi nyata, hati kami menjadi satu, dan satu janji menutup semua ragu.



